Game online adalah permainan yang secara mudah diakses dan dimainkan oleh banyak pemain yang saling terhubung dalam satu jaringan (Adams, 2014).Menurut penelitian Chandrasegaran (2012), kegiatan bermain game online yang dilakukan secara terus menerus tanpa disadari akan menjadi suatu kebiasaan yang akan sangat sulit lepas dari permainan tersebut. Mereka bahkan bisa sampai tidak makan, tidur, dan mandi hanya untuk bermain game online. Kekurangan jam tidur dapat menurunkan konsentrasi di sekolah, menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit. Sisi negatif dari permainan ini adalah para pemain game online mempunyai kecenderungan menghabiskan banyak waktu, pikiran dan uang untuk bermain, dimana hal ini mengarahkan pemain mengalami kecanduan (Siregar, 2012).Bermain game online dapat menyebabkan kecanduan yaitu withdrawal symptoms. Withdrawal symptoms adalah perasaan tidak menyenangkan yang terjadi karena penggunaan internet dikurangi atau tidak dilanjutkan dan berpengaruh pada fisik (seperti pusing, insomnia) maupun psikis (seperti cemas, mudah marah). Menurut Kusumadewi (2009), seseorang yang mengalami kecanduan game online biasanya menghabiskan waktu bermain game online 2-10 jam perminggu. Bahkan ada yang menghabiskan waktu hingga 39 jam dalam seminggu, rata-rata pecandu game online menghabiskan waktu 20-25 jam dalam seminggu untuk bermain game online. Bermain game online yang terlalu lama adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kurangnya pemenuhan kebutuhan tidur (Saputra, 2017).
Durasi tidur yang pendek selain dapat meningkatkan rata-rata tekanan darah dan denyut jantung, juga meningkatkan aktifitas sistem saraf simpatik dan merangsang stress, yang pada akhirnya bisa menyebabkan hipertensi. Apabila kebutuhan tidur remaja tidak terpenuhi secara cukup, akibatnya akan mempengaruhi berbagai fungsi tubuh baik itu penampilan motorik, memori, dan keseimbangan (Hidayat, 2007).
Menurut Tarwoto (2010), istirahat dan tidur sama pentingnya dengan kebutuhan makan, aktifitas, maupun kebutuhan dasar lain. Tidur adalah suatu keadaan relatif tanpa sadar yang penuh ketenangan tanpa kegiatan yang merupakan urutan siklus yang berulang-ulang dan masing-masing menyatakan fase kegiatan otak dan badaniah yang berbeda. Efek kumulatif dari kurang tidur mempengaruhi kurangnya pemenuhan kebutuhan tidur (Saputra, 2017).
yang berkepanjangan telah dikaitkan dengan peningkatan mortalitas, dan peningkatan resiko untuk berbagai penyakit kronis termasuk depresi, hipertensi, stroke, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan obesitas (Japardi, 2012)
Meski game online telah dipertandingkan secara resmi di berbagai ajang internasional, termasuk Asian Games 2018, Anda tetap harus memberi perhatian khusus ketika anak mulai menyukai permainan melaluigadget tersebut. Banyak masalah yang bisa ditimbulkan melalui game online, antara lain:
1. Kecanduan
Main game yang berlebihan nggak gitu baik buat Teman JAGADIRI. Salah satu efeknya adalah kecanduan. Rasa candu main game ditunjukkin dengan muncul obsesi bahwa kamu harus nyelesain misi game, ngumpulin poin atau skor sebanyak-banyaknya, atau menjadi yang paling unggul dalam gameplay tersebut. Akibatnya, meninggalkan aktivitas rutin (mandi, makan, minum, ibadah) dan pekerjaan demi game.
2. Kesehatan mata terganggu
Menatap layar komputer atau gadget terlalu lama karena bermain game tentunya akan memengaruhi kesehatan mata anak. Masalah yang muncul pun beragam, mulai mata lelah, minus bertambah, hingga kerusakan saraf mata.
3. Gangguan motoric
Anak menjadi cenderung kurang bergerak apabila sudah kecanduan bermain game online. Akibatnya, lama-kelamaan kemampuan motorik bisa menurun sehingga pertumbuhan badannya menjadi tidak maksimal. Selain itu, anak yang kurang aktif juga berpotensi mengalami obesitas.
4. Nyeri sendi
Saat bermain game online, anak tanpa sadar akan duduk membungkuk atau tiduran. Jika dilakukan terlalu lama, tentunya kondisi ini tak sehat bagi kesehatan anak dan membuat ototnya terasa kaku serta mengalami nyeri sendi.
5. Menurunkan konsentrasi
Menurut penelitian, anak yang kecanduan game online bisa mengalami gangguan konsentrasi karena adanya perubahan pada struktur dendrit sel-sel dalam otaknya. Hal ini mengakibatkan konsentrasi anak menurun sehingga ia mudah lupa dan gagal fokus. Paparan radiasi dari perangkat elektronik juga bisa melemahkan konsentrasi anak.
6. Masalah sosialisasi dan komunikasi
Terlalu asyik bermain game online tentunya bisa menyebabkan anak kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi. Alhasil, kemampuan berkomunikasinya dengan orang lain pun akan berkurang. Bukan tak mungkin, anak juga kehilangan empatinya terhadap sesama.
Efek Game Perang-Perangan
Secara khusus, game bertema perang-perangan memiliki efek lanjutan terhadap jantung. Seperti halnya latihan olahraga dengan intensitas tinggi, game perang-perangan juga dapat memicu gangguan irama jantung yang serius.
Apabila terlalu sering memainkan game perang-perangan, maka detak jantungnya bisa menjadi terlalu cepat (takikardi), terlalu lambat (bradikardi), dan tidak teratur (irregular). Pada kebanyakan kasus, gangguan irama jantung memang tidak berbahaya. Akan tetapi ada beberapa jenis gangguan yang dapat menimbulkan komplikasi serius hingga menyebabkan kematian.
Para peneliti dari Australia menelaah tiga kasus anak-anak yang pingsan saat bermain game perang-perangan. Berdasarkan hasil penelitian, anak-anak itu kehilangan kesadaran karena pengaruh sistem kelistrikan jantung. Dalam kasus ini, ketiga anak tersebut sudah memiliki permasalah jantung yang diperparah dengan kebiasaan memainkan game perang-perangan.
Sementara itu, dalam dua kasus lainnya tidak ditemui masalah jantung bawaan. Artinya, mereka mengalami gangguan irama jantung murni akibat bermain game perang-perangan. Permainan yang intens dan melibatkan emosi ini ternyata dapat mengakibatkan pelepasan hormon stres yang memicu masalah irama jantung pada orang yang rentan,
Bermain game menuntut seseorang untuk duduk dalam posisi yang sama selama jangka waktu tertentu. Bagian tubuh yang digerakkan umumnya hanya tangan dan jari, serta beberapa anggota kepala.Tentu saja, duduk diam dalam jangka waktu lama bisa membuat peredaran darah tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Sebagai akibatnya, salah satu hal yang bisa terjadi adalah penggumpalan darah yang berujung pada penyakit trombosis vena dalam.
Tips Bermain Game yang Aman
Berikut ini beberapa tips bermain game yang sehat:
1. Batasi waktunya. Misalnya, setiap 1 jam sekali harus bergerak dari tempat duduk melakukan peregangan atau jalan-jalan sedikit.
2. Buat alarm. Jadikan alarm ini sebagai pengingat Anda untuk bergerak atau berjalan, agar tidak duduk atau rebahan terlalu lama.
3. Ingat makan dan minum. Jangan biarkan game yang dimainkan melalaikan Anda dari kewajiban ini. Faktanya, makan dan minum teratur dapat menjaga agar metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik
Sumber :
Krisna Octavianus Dwiputra (2020) Waspada, Kelamaan Main Game Saat Karantina Picu Penggumpalan Darah.( https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3641181/waspada- kelamaan- main-game-saat-karantina-picu-penggumpalan-darah,diaskes 11 Maret 2022)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar