Pentingnya kesehatan jiwa pada Remaja diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 25 Tahun 2020 Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA (Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif).
Definisi
Kesehatan jiwa atau pengertian yang lain ialah kesehatan mental (mental health) merupakan tingkatan kesejahteraan secara psikologis. Kesehatan jiwa terdiri dari beberapa jenis kondisi yang secara umum dikategorikan dalam kondisi sehat, gangguan kecemasan, stres, dan depresi.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan jiwa yang baik adalah kondisi dimana seseorang secara batin berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.
Lalu, kenapa kita sebagai remaja penting menjaga kesehatan jiwa ya??
Menjaga kesehatan jiwa itu penting agar kita mampu mengelola perasaan, memaksimalkan potensi diri, dan menghadapi berbagai kondisi kehidupan sehingga bisa lebih sehat, bahagia, kreatif, dan semangat mencapai impian.
Penyebab
Dipengaruhi oleh berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya, yang memiliki dampak besar pada perilaku dan kepribadian Remaja, seperti kondisi keluarga (bahagia atau tidak), pelecehan Remaja, bullying, dll.
Upaya Skrinning
Sebagai deteksi dini, berikut gejala-gejala awal seorang Remaja mengalami gangguan kesehatan jiwa:
- Perubahan sikap menjadi suka berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.
- Delusi, paranoia, atau halusinasi.
- Kesulitan hingga kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi terhadap suatu hal.
- Mulai timbul kperasaan ketakutan, kekhawatiran.
- Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
- Mudah marah dan rentan melakukan kekerasan.
- Suka menyendiri dan menarik diri dari lingkungan.
- Mendengar suara-suara hingga mempercayai sesuatu yang tidak nyata.
- Mudah mengalami perubahan suasana hati secara drastis, seperti marah, sedih, dll
- Mudah bingung
- Menurunnya kemampuan ingatan
- Mencoba mengkonsumsi alcohol, rokok, hingga keinginan mengkonsumsi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Dampak
Remaja bisa mengalami gangguan kesehatan mental, dan timbul penyakit mental. Hal tersebut dapat mempengaruhi bagaimana cara Remaja berperilaku, berhubungan/sosial dengan orang lain, membuat pilihan, hingga dapat memicu hasrat Remaja untuk menyendiri dan menyakiti diri sendiri.
Klasifikasi
Stress
Perubahan akibat pertumbuhan dan perubahan psikologis dengan berkembang dapat menyebabkan stress. Stress adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun secara psikis apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri.
Cara mengatasi stress:
Latihan fisik/olahraga
Berpikir positif
Perbanyak teman dan dukungan keluarga
Konseling
Kecemasan
Rasa khawatir yang berlebihan. Gejala:
Gemetar
Berkeringat dingin
Berdebar-debar
Rasa mual bahkan bisa sampai muntah
Diare
Tidur terganggu
Tidak bisa rileks
Nyeri/pegal-pegal
Perasaan seperti mau pingsan
Depresi
Perasaan sedih atau murung yang mendalam, kehilangan minat, energy berkurang yang menetap >2 minggu beturut-turut sehingga mengganggu aktivitas remaja sehari-hari.
Gejala utama:
Perasaan sedih dan murung
Semangat menurut/kehilangan minat
Mudah lelah
Gejala tambahan:
Rasa percaya diri menurun
Menjadi pesimis
Merasa putus asa
Gangguan tidur
Hilang/berlebihan nafsu makan
Konsentrasi berkurang
Ide/tindakan bunuh diri
Berhenti menjalankan hobi
Selalu hadapi masalah dengan CERIA
Cerdas intelektual, emosional, dan spiritual
Empati dalam berkomunikasi efektif
Rajin beribadah sesuai agama dan keyakinan
Interkasi yang bermanfaat bagi kehidupan
Ash, asih, dan asuh tumbuh kembang dalam keluarga dan masyarakat.
(Kemenkes, 2021)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar